"Tujuh Belas"
Apa yang spesial dari "Tujuh Belas" ini?
Seperti biasanya, orang mengucapkan, memberi doa, memberi kado dan lain-lain.
Tidak ada yang lebih.
Tidak ada yang kurang.
Tapi aku tahu satu hal,
Doa itu adalah kado yang paling manjur.
Setiap tahun aku tidak pernah meminta apa pun.
Tapi setiap tahun juga aku selalu merasa aku tidak ingin berulang tahun.
Iya, berulang tahun.
Karena berulang tahun itu sama saja dengan berkurangnya umur.
Tapi aku mencoba menikmati, mencoba mensyukuri,
Karena aku masih diberi umur hingga detik ini.
Sepengetahuan ku
"Tujuh Belas" itu kita sudah beranjak dewasa
Dan sudah mulai mengerti tentang sisi-sisi kehidupan.
Tidak menyenangkan mungkin,
karena kita belum siap untuk menyelesaikan
masalah yang menerjang.
Jadi, bersabarah dalam menghadapi suatu
masalah
Dan mulai berpikir secara mandiri.
Apa lagi yang ada di dalam "Tujuh Belas" ini?
Oh iya, mendapati KTP alias Kartu Tanda Penduduk
Bukan Kartu Tanda Pacaran. Haha!
Dan di "Tujuh Belas" ini sepertinya akan mendapat SIM juga,
dan bisa memilih capres, caleg, atau sebagainya.
Well,
"Tujuh Belas" ini tidak selalu mengasikan,
tidak selalu menyedihkan.
Jalani saja.
Syukuri apa yang ada selagi kita bisa.
Di dalam semua tulisan ini belum tentu itu aku dan belum tentu itu kamu. Dan semua tulisan ini bukan seluruhnya kisah nyata.
Sabtu, 19 April 2014
Minggu, 06 April 2014
Bintang
Bintang telah
mempertemukan kita
Matamu yang hazel menatapku penuh kehangatan
Saat kita
pertama kali bertemu di Bosscha
Dan saat pertama bertemu,
Kamu menebak
namaku dengan tepat
Aquila,
seperti rasi bintang yang berarti elang
Matamu yang hazel menatapku penuh kehangatan
Dengan
senyum yang mungkin bisa membuat para wanita terpana
Dan tanganmu yang lembut menjabat tanganku yang mungil
Kamu
menceritakan beberapa rasi bintang yang kamu suka
Aku hanya
menatapmu selama bercerita
Menatap
wajahmu yang penuh dengan ekspresi
Ketika
matamu melihat mataku
Bertemu di
satu titik yang sama
Aku merasa
matamu seperti Sagitta
Yang menusuk
di mataku, juga hati
Sagitta,
rasi bintang yang berarti anak panah
Mungkin
kejadian ini pun akan seperti Sagitta
Yang memanah
otakku
Dan otakku
sudah di kelilingi oleh Scutum
Rasi bintang
yang berarti perisai
Yang akan
melindungi otakku dari Sagitta lainnya
Bulan Sabit
Setiap
malam, jika bulan sabit muncul
Aku selalu
mellihatnya di taman dekat rumah
Diringi suara
petikan gitar yang entah darimana
Tapi, suara petikan
gitar itu selalu ada saat bulan sabit muncul
Ketika bulan
purnama muncul
Aku iseng melihatnya
di taman dekat rumah
Tapi suara
petikan gitar itu tidak terdengar lagi
Dan ketika
bulan sabit itu muncul lagi setelah sekian lama
Karena
adanya hujan,
Tiba-tiba
kau muncul membawa gitar
Di bawah
sinar bulan sabit yang hanya terpancar sedikit
Kamu
tersenyum ke arahku
Dengan gigi berderet
rapi dengan mata sipit seperti bulan sabit
Kini aku tahu
siapa yang selama ini memetik gitar
Saat bulan
sabit ada di langit
Itu kamu,
pria dengan mata sipit seperti bulan sabit jika tersenyum
Aku tahu
mengapa kamu hanya muncul saat bulan sabit ada
Karena mata
sipitmu itu jika tersenyum terlihat seperti bulan sabit
Aku suka
bulan sabit
Aku pun
sepertinya suka matamu yang jika tersenyum terlihat seperti bulan sabit
Tapi
sepertinya aku bukan hanya menyukai matamu saja yang terlihat seperti bulan
sabit itu
Senja
Senja selalu
indah
Seindah saat
hari-hariku bersamamu
Setiap senja
kita selalu berjalan bersama di tepi pantai
Dengan hembusan
angin yang menerpa tubuh
Dengan suara
ombak yang bergemuruh
Setiap hari
kau menceritakan segala yang kamu alami
Begitu pun
aku
Aku selalu
suka saat kamu tertawa
Dengan
lesung pipi dan matamu yang menjadi sedikit sipit
Aku pun
selalu suka saat kamu menggengam tanganku
Hangat
Penuh dengan
rasa sayang
Aku berharap
bisa selalu bersamamu
Mengulang
kebiasaan kita seperti ini
Di bawah
senja yang indah
Selasa, 12 November 2013
Ayah
Kini aku tak tahu keadaanmu bagaimana. Aku tak tahu kau tinggal dimana. Setelah sekian tahun tidak bertemu, mungkin kau akan lupa akan wajah anakmu. Terakhir kau mengirimkan surat padaku, saat aku berumur 12 tahun. Kini usiaku sudah menginjak 17 tahun. Sudah lama sekali, bukan? Iya, hari ini aku ulang tahun. Apa kau ingat? Dulu jika ulang aku berulang tahun, kita merayakannya secara kecil-kecilan. Setelah kau pisah dengan Ibu, saat aku berulang tahun kau mengirmkan kado dan sebuah kartu ucapan. Tapi sealama 5 tahun kebelakang, aku tidak pernah mendapatkan itu lagi. Apa kau tidak ingat?
Jumat, 01 November 2013
Malaikatku
Setiap aku pergi sekolah, aku selalu melihatmu sedang bersiap-siap
berjualan nasi uduk. Parasmu yang cantik, dan senyummu yang indah selalu
teringat dalam benakku. Saat aku pulang sekolah, kadang aku melihatmu sedang
melamun. Entah kau melamun, memikirkan apa. Apakah kau memikirkanku? Apakah kau
merindukanku? Andai kau tahu, aku sungguh merindukanmu…
Dulu saat aku kecil, kau mengarjkanku berbicara, menulis, bernyanyi
dan menari. Dengan kesederhanaanmu, kau selalu membuatku hangat dan nyaman
layaknya malaikat yang selalu melindungiku. Kau menyekolahkanku di sebuah
sekolah dasar yang diidam-idamkan oleh seluruh anak walaupun dengan
keterbatasan biaya. Setiap pagi, kau selalu menyiapkan sarapan, membuatkan
bekal dan bahkan kau mengantarku kesekolah.
Senin, 27 Mei 2013
Tanpa Judul
Sudah beberapa tahun aku bersama mereka. Bisa jadi
lebih dari 5 tahun. Tapi perasaan ini tak kunjung pergi. Andai saja aku tak
pernah mengenal mereka, mungkin aku tidak akan merasakan hal seperti ini. Aku
mempunyai dua orang sahabat yang bernama Sherin dan Mario. Sebenernya mereka
itu sepasang kekasih. Awalnya kita semua hanya sahabat biasa, tetapi semua
berubah ketika Mario menyatakan cinta kepada Sherin. Sebenarnya aku juga
menyukai Sherin tetapi apa daya, aku hanya bisa memandam perasaan ini agar semua
baik-baik saja dan mungkin aku akan mengungkapan jika waktunya sudah tepat.
Hari demi hari aku lewati bersama mereka. Tahun demi
tahun hubungan mereka semakin erat. Tetapi pada hari Kamis, Mario telat datang
ke kampus dan Sherin sibuk menanyakannya. Aku hanya bisa mengatakan tidak
tahu kepada Sherin. Meskipun kami satu kontrakan tapi aku tidak selalu tahu
kemana Mario pergi.
Sebentar lagi mata kuliahku selesai. Tetapi tetap
saja Mario masih tidak terlihat. Setelah dosen mengakhiri mata kuliah terakhir
aku bertemu Sherin di Kantin. Dia pun menanyakan hal yang sama seperti tadi
pagi. Sherin berkata saat dia menghubungi Mario, handphonenya tidak aktif. Sherin sangat sedih, dan aku berusaha menghiburnya dan mengajak dia ke tempat
yang sangat ia sukai yaitu ke Gallery Unik. Dia memang sangat suka dengan lukisan
dan foto yang indah. Seketika pun dia melupakan Mario. Saat melihat jam di
handphone ternyata sudah pukul 5 sore. Aku pun mengajak dan mengantarkan Sherin pulang.
Saat aku tiba di rumah, aku memanggil-manggil nama
Mario tetapi tidak ada yang merespon. Aku pun memeriksa kamar Mario, siapa tahu
dia sedang tidur di kamarnya. Ternyata dia tidak ada. Tiba-tiba mataku tertuju
pada sebuah kertas yang berisikian permintaan maaf dari Mario untukku dan Sherin karena dia pergi begitu saja. Di dalam surat itu bertuliskan bahwa dia
harus pergi karena harus menyelesaikan masalahnya dengan keluarga yang berurusan dengan polisi juga. Aku pun tak tahu itu masalah apa.
Tetapi yang jelas dia memang pernah cerita bawah dia punya masalah dengan
keluarganya tetapi tidak menceritakan apa masalahnya.
Aku segera menelepon Sherin dan menyuruhnya datang
ke rumahku. Aku menunjukan kertas itu pada Sherin, dia pun menangis saat
membacanya. Aku pun hanya bisa menasehatinya dan berkata bahwa setiap orang
yang datang pasti akan pergi. Dan kepergian orang itu akan menghadirkan orang
baru.
Keesokan harinya, aku mengajak Sherin ke sebuah
Mall dan rencananya aku akan menyatakan perasaanku padanya. Saat aku menyatakan
perasaan itu Sherin tidak percaya, tetapi aku meyakinkan padanya bahwa aku
serius dan itu semua memang benar. Sherin pun berfikir sejenak, lalu ia
berkata tidak akan pernah menerimaku karena dia membutuhkan aku sebagai seorang
sahabat yang selalu ada untuknya. Dan dia tidak mau kehilangan lagi orang yang
ia sayangi untuk kedua kalinya.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)